Jumat, 07 Februari 2014

Tidak Lagi

Kamu meminta aku kembali?
Padahal dulu kamulah yang meminta aku pergi.

Kamu ingat saat itu?
Dimana aku mencoba untuk terus bertahan
Dan kamu terus kesal karena enggan untuk bertahan
Lalu apa yang terjadi setelahnya?
Saat itu aku luluh berantakan, sedang kamu tertawa cekikikan
Derai tepuk tangan terdengar.
Karena hati kita terhempas ke masing-masing jalan

O tidak, hanya punyaku yang terhempas, punyamu melenggang pergi dengan puas

Kamu meminta aku untuk mencoba?
Padahal dulu kamu yang meminta aku untuk menyerah.

Kamu ingat saat itu?
Bagaimana aku keras kepala sekali mencintaimu
Logikaku ku buang, perasaanku ku bumbungkan
Bagaimana kamu keras kepala sekali menghardikku
Segala rasamu kau hujamkan, segala emosimu kau benamkan.
Betapa dengan keras kepalanya kita saling berlawanan
Aku mencintaimu dengan hati, kamu melukaiku sampai hati

O, sayang. Ingatkah kamu saat itu?

Lalu kini kau datang dengan senyuman bak setan yang bertobat
Dengan mata laksana malaikat kau mencoba buatku kembali bertelut
Lalu dengan tatapan nakal tapi nanar kau mengucap;
"Maafkan aku."

Kamu memintaku untuk memaafkanmu?

Tenang sayang, aku sudah memaafkan.
Tapi maaf, tidak untuk untuk melupakan.

Aku sudah belajar dari kesalahan, sudah cukup kehancuran yang kau jejakkan

Sayang...
Sudah, tak usah meminta lagi.
Aku takkan pernah memberi lagi.


Suno C. 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar